3 HAL YANG MEMBUAT PEMIMPIN TIDAK DIPERCAYA OLEH TIMNYA

Sahabat MDI, apakah diantara Anda ada yang rindu dan ingin sekali bekerja? Tapi persaingan semakin ketat. Dan ditambah lagi ada ketakutan tersendiri saat menghadapi interview kerja.

Nah ada gak sih cara mengatasi hal ini? Mau tahu jawaban lengkapnya? Yuk simak ulasan MDI kali ini:
  1. Siapkan fisik dan stamina yang baik

Saat mengikuti proses interview, sebaiknya Anda sudah mempersiapkan diri, terutama fisik. Pastikan Anda memiliki stamina yang baik. Jika Anda diberikan kesempatan untuk memilih jadwal, pilihlah waktu dimana Anda merasa paling siap.

Jangan lupa, sebelum hari H Anda sudah istirahat yang cukup dan mengkonsumsi makanan yang tidak mengganggu perut.

Selain itu, gunakan pakaian terbaik yang Anda punya. Pakaian terbaik itu bukan yang mahal, tapi pakaian yang rapih, bersih, warnanya cerah yang memang menggambarkan energy positif Anda.

  1. Gambarkan diri Anda dengan baik, tapi jangan NGE-CAP

Ini adalah proses umum dalam interview. Anda akan diminta oleh perusahaan untuk menceritakan diri Anda. Karena itu, Anda perlu belajar untuk menggambarkan diri dengan cara yang tidak umum.

Maksudnya di sini Anda bukan hanya “NGECAP”. Pewawancara sudah tahu bahwa Anda bukanlah manusia yang sempurna. Karena itu, Anda tidak perlu melebih-lebihkan, apalagi sampai terlihat sombong.

Anda juga harus ingat bahwa apapun perusahaannya, mereka selalu menginginkan pekerja tangguh, yang ketika melakukan kesalahan. Ia secara cepat untuk melakukan perbaikan. Jadilah orang yang dibutuhkan perusahaan di saat-saat sulit.

  1. Cobalah untuk menjadi bagian perusahaan

Meski Anda belum 100% diterima, Anda harus bisa memposisikan diri layaknya Anda sudah bekerja di perusahaan tersebut. Caranya? Misalnya ketika Anda diundang interview, cobalah untuk riset terlebih dahulu. Berapa jumlah karyawannya, apa visi misi perusahaan, dsb.

Nah, dengan Anda tahu detil perusahaan tersebut, Anda akan mudah menjawab pertanyaan dari pewawancara. Jawaban yang Anda utarakan pun akan terdengar lebih mumpuni. Beda halnya jika Anda tidak melakukan riset, yang terjadi adalah jawaban Anda hanya akan mengawang-awang, bahkan hanya sekadar formalitas.

  1. Bangun hubungan baik

Ketika Anda mendapatkan kabar panggilan interview, biasanya pihak HRD akan memberitahukan waktu dan tempat. Proses ini umumnya dilakukan dua kali: melalui telepon dan email.

Ketika Anda mendapatkan panggilan melalui email, cobalah membacanya dengan teliti. Cek siapa yang menghubungi Anda. Kalau perlu Anda cek media social orang yang menghubungi Anda. Mungkin saja Anda bisa menemukan kesamaan, misalnya:  latar belakang (kota atau tempat kuliah).

Nah, dengan Anda tahu hal-hal seputar pewawancara, Anda akan lebih luwes dalam membangun hubungan dengannya.

  1. Cobalah jawab dengan tegas

Ketika HRD memanggil interview, harapan mereka adalah mendapatkan gambaran yang jelas dari kandidat yang sudah mengirimkan CV. Jadi, Anda adalah calon terbaik dari ratusan kandidat yang mendaftar. Oleh sebab itu, Anda harus belajar menaikkan level diri Anda. Jangan sampai CV yang sudah Anda buat sebaik mungkin itu kualitasnya turun karena diri Anda. Lalu apa yang harus Anda lakukan? Latihlah diri Anda untuk bisa menghindari kata “ummm,” “uhhh” atau atau menunjukkan keraguan lainnya.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *