Continuous Improvement, Semangat Untuk Selalu Mengambangkan Diri Menjadi Lebih Baik

Continuous improvement atau perbaikan berkelanjutan, adalah topik yang sudah cukup sering kita dengar di banyak tempat. Banyak perusahaan, institusi, dan pemerintahan meyakini bahwa continuous improvement adalah hal yang penting untuk dilakukan. Namun sayangnya, continuous improvement seringkali tidak mendapat tempat yang signifikan dalam keseharian kita.

Seperti makan sayur dan buah. Kita tahu mengonsumsi sayur dan buah itu baik untuk kesehatan. Diajarkan sejak kecil hingga dewasa. Namun, meskipun sudah tahu manfaat baik sayur dan buah, tidak banyak yang peduli dengan itu dan mengonsumsinya setiap hari. Entah apapun alasannya.

Apa itu continuous improvement?

Sederhananya, continuous improvement atau perbaikan yang berkelanjutan adalah upaya yang kita lakukan untuk bisa menjadi lebih baik dari hari ke hari, lewat pembelajaran dari kesalahan, beradaptasi dari perubahan, dan melakukan inovasi agar menjadi lebih baik dan efisien di masa depan.

Read more

Peran Leader dalam Menangani Masalah

Pada beberapa kesempatan training online maupun training offline, membahas tentang masalah merupakan sebuah hal yang menarik. Dan ketika membahas tentang “masalah” seolah membuat para peserta langsung ingin curhat. Baik itu terkait pekerjaan, deadline yang tidak kunjung selesai, konflik dengan atasan, atau bahkan dengan bawahan sendiri.

Adalah hal yang wajar bila memiliki masalah. Hanya saja bila masalah tidak segera diatasi, tentu akan terus berlarut dan berpotensi menambah masalah baru.

Namun, berbicara tentang masalah, pasti ada penyebab utamanya. Karena tidak mungkin langsung tiba-tiba muncul. Nah, jika Anda gagal menemukan penyebabnya atau root cause, Anda akan terjebak dalam perangkap siklus tanpa akhir yang membuat Anda semakin setres. Ibarat rumput, akan tetap tumbuh jika kalau Anda memotongnya hanya dari permukaan. Tapi lain halnya jika Anda mencabut sampai dengan akarnya.

Read more

Memasuki pertengahan Tahun, banyak perusahaan mulai semakin gencar meningkatkan kinerjanya agar target kinerja akhir tahun bisa terpenuhi. Salah satunya melaksanakan kegiatan Training untuk karyawan di tingkat manajerial agar bisa semakin baik dalam memimpin anggota timnya.

Salah satu training yang memiliki banyak peminat adalah training terkait problem solving & Communication skills. Sebuah pelatihan karyawan yang membekali banyak hal: pengetahuan dan keterampilan praktis sehingga dengan pelatihan ini peserta dapat memiliki kemampuan berpikir secara kritis dan logis, dan memahami permasalahan. Dan sederhananya, dari pelatihan ini peserta akan mendapatkan manfaat seperti:

Read more

Apakah Sulit Menjadi Pemimpin Di Saat Ini?

Memang bukan hal mudah untuk menjadi pemimpin di sebuah organisasi. Karena kalau itu mudah, tentu akan banyak orang yang bisa menduduki posisi pemimpin. Bahkan dalam bergai kesempatan training yang pernah kami lakukan, yang terdiri dari berbagai perusahaan, kami menemukan beberapa tantangan seputar kepemimimpinan yang dihadapi peserta:

  • Bawahan sulit diatur
  • Tugas dan tanggung jawab kurang jelas
  • Sulitnya kordinasi antar tim
  • Hilangnya motivasi untuk melaksanakan tugas
  • Bawahan yang kecewa dengan aturan
  • Lambatnya menangani masalah di lapangan

 

Untuk itu, memiliki skill kepemimpinan yang mumpuni, merupakan satu hal yang perlu dimiliki oleh setiap individu sehingga kita bisa menjadi pimpinan yang baik.  Hal ini pula yang dirasakan oleh klien kami dari perusahaan yang bergerak di tambang emas. Kesadaran untuk terus meningkatkan keahlian kepemimpinan perlu ditumbuhkan sehingga setiap individu yang ditunjuk sebagai supervisor-manager bisa melaksanakan fungsi kepemimpinan itu sendiri.

Dalam pelatihan kepemimpinan yang dilakukan secara offline dengan diikuti dari lebih dari 250 peserta level Supervisor, kami memfokuskan pada 3 topik utama.
Read more

 Duh punya teman di kantor kok tidak ada yang mau bantu pas lagi susah ya? Berteman sama si A kok malah jadi ‘hedon’ ya?

teman kantor

Peristiwa di atas mungkin sering terjadi di lingkungan kerja atau bahkan Anda pernah mengalaminya. Memiliki hubungan pertemanan dengan rekan kerja memang sangat penting untuk mendukung kinerja dan membangun relasi kedepannya. Circle pertemanan di kantor juga sangat berpengaruh pada sikap yang akan Anda tunjukan di tempat kerja dan perubahan mindset, karena tentu saja karakter teman kerja akan berbeda-beda dan tidak semuanya menyenangkan. Sebagai pekerja yang professional, Anda memang dituntut harus bisa bersosialisasi dengan baik.

Maka dari itu, Anda perlu memahami setiap karakter teman kerja di kantor Anda dan mengendalikan diri untuk memilih mana pengaruh yang baik dan tidak. Namun terkadang, dalam berteman juga harus pintar melihat sebuah peluang, agar bisa saling berdampak baik dan membantu perkembangan karir. Selain membantu perkembangan karir, teman kerja di kantor juga bisa menjadi support system di kala stres melanda loh! Yuk ketahui 7 tipe teman yang wajib Anda miliki di kantor.

Read more

Tahukah Anda Sebagian perusahaan justru merekrut dan mempekerjakan orang-orang dengan kecerdasan emosional (EI) yang tinggi daripada IQ yang tinggi. Kecerdasan emosional sendiri bisa diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam memahami, mengelola dan mengontrol emosinya baik dalam kehidupan pekerjaan atau sehari – hari. Seseorang yang memiliki EI yang baik akan mampu mengelola amarahnya.

Menurut buku yang ditulis Daniel Goleman yang berjudul “Emotional Intelligence: Why It Can Be Matter More Than IQ” ditulis bahwa kecerdasan emosional menyumbang sebesar 80% dalam keberhasilan seseorang sedangkan sebanyak 20% ditentukan oleh IQ. Dalam bukunya tersebut juga dituliskan rendahnya EI bisa menghambat perkembangan intelektual dan menurunnya karir. Read more

Menjadi Leader Yang Akuntabel

Rekan-rekan, pernah mendengar istilah akuntabel? Apa yang dimaksud dengan pemimpin yang akuntabel?

Bagi saya, akuntabel memiliki arti tanggung gugat. Ini berarti bahwa Anda memiliki tekad untuk mengakui komitmen dan janji yang telah Anda buat. Itu berarti Anda tidak memiliki alasan untuk lepas dari tindakan yang Anda buat. Sebab sebagai pemimpin harus bisa bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpin dan mempertanggungjawabkan kepemimpinannya tersebut.

Menjadi pemimpin yang akuntabel bukanlah tugas yang mudah. Namun bukan artinya tidak mungkin. Karenanya penting untuk menjadi agen perubahan, untuk membawa nilai nyata bagi organisasi Anda dan orang-orang di tim Anda.

Dalam kesempatan training, saya banyak berjumpa dengan para pemimpin yang berbeda di semua tingkatan, di banyak industri yang berbeda. Dan salah satu momen yang luar biasa adalah ketika saya terkena musibah covid 19, pemimpin itu tidak lantas lari dan menghindari saya. Justru sebaliknya, ketika itu dia datang dan mendekat, sambil menenangkan saya.

“Kalau tadi masnya kasih motivasi, sekarang giliran saya yang kasih motivasi ke Anda. Sebab jangan sampai Anda malah menyalahkan diri atas situasi yang terjadi.” Ucap pak Pri, salah satu General Manager di sebuah perusahaan tambang emas.

Tentu hati saya langsung menjadi tenang, karena di situasi seperti itu dia justru tidak menjauh atau bahkan mengucilkan. Tapi bahkan menyempatkan diri untuk memberikan ketenangan kepada saya. Terlihat sekali kematangan dia.

Nah, untuk menjadi pemimpin yang dianggap memiliki akuntabilitas, tentu memerlukan keterampilan khusus:

Tetapkan Tujuan dan Target yang Jelas

Memiliki tujuan yang tidak jelas, target yang tidak jelas, adalah cara yang pasti untuk menciptakan kebingungan dan frustrasi di antara tim Anda. Bagaimana bisa Anda memiliki akuntabilitas kepemimpinan jika Anda tidak tahu apa yang perlu Anda pertanggungjawabkan. Jika Anda ingin anggota tim Anda berhasil, maka Anda harus menetapkan tujuan dan target yang jelas. Sasaran yang jelas dapat diukur dan bermakna, serta memberikan visi yang jelas untuk tim Anda.

Oleh sebab itu, penting juga pemimpin untuk menerapkan metode SMART dalam menentukan tujuan. Dan sebenarnya metode ini bukanlah hal baru, tetapi bukan berarti tidak berharga. Namun, untuk bisa menggunakannya perlu untuk meluangkan waktu. Untuk melihat bahwa tujuan yang telah Anda berikan kepada tim Anda adalah Spesifik, Terukur, Dapat di capai, Realistis, dan Terikat Waktu. Jika tidak, maka inilah saatnya untuk kembali dan bekerja untuk membuatnya transparan.

Read more

Leader

Sepanjang perjalanan hidup, kita terkadang berhadapan dengan sejumlah leader yang hebat. Siapa sih yang tidak ingin menjadi leader yang hebat? Menjadi seorang leader tidaklah mudah, tentunya ada banyak leadership skill yang harus di pelajari dan dikuasai kemudian di terapkan. Seorang leader sangat di butuhkan dalam sebuah tim, karena seorang leader memiliki peran yang sangat penting dan menjadi sosok figur yang akan membantu tim mencapai kesuksesan.

Semakin hebat pemimpinnya, akan semakin baik hasil kerja timnya. Mengapa demikian? Karena leader yang hebat mampu mendorong semangat dan tidak akan pernah kehabisan cara untuk memberikan motivasi kepada timnya. Dari motivasi tersebutlah tim merasa mendapat dukungan penuh dan akan memaksimalkan pekerjaannya.

Apalagi di era digital dan pandemi seperti ini, leader dituntut untuk semakin agile. Leader yang hebat pasti akan berlomba-lomba untuk memaksimalkan dirinya dengan banyak kemampuan agar timnya dapat maksimal juga. Lalu, apa saja leadership skill paling utama yang perlu dikuasai oleh seorang leader agar menjadi leader yang hebat dan ideal? Berikut 7 leadership skill yang perlu di kuasai, di antaranya :

Memiliki Kepribadian Yang Baik : Memberi Teladan dan Rendah Hati

Leader yang hebat harus memiliki kepribadian yang baik agar menjadi contoh bagi anggota timnya. Memberikan teladan yang baik dan menunjukkan sikap rendah hati juga akan membuat seorang leader di hormati bahkam di senangi. Dengan begitu, hubungan leader dengan anggota tim akan semakin erat dan saling melengkapi satu sama lain. Sehingga mempermudah tercapainya visi perusahaan.

Read more

GILA KERJA WASPADAI GEJALA SINDROM OVER ACHIEVERS

Sahabat MDI, Kali ini kita akan membahas tentang salah satu “sindrom” yang bisa mengintai para penggila kerja. Pada saat kita bertanya untuk apa kita bekerja, tentu tidak sedikit yang mengatakan untuk memenuhi kebutuhan. Baik itu sandang, pangan dan papan. Tidak jarang, bagi beberapa orang melakukan aktivitas bekerja secara berlebihan, dimana ia bekerja terlalu keras dan di anggap gila kerja.

Bukan hal yang salah, namun bila di lakukan dalam waktu atau durasi yang cukup lama, tentu akan menimbulkan efek negatif. Dan  inilah yang di namakan “over-achievers”.

Untuk itu, jika Anda termasuk pekerja keras dan suka terhadap tantangan dalam bekerja, Anda juga perlu mewaspadai tanda – tanda sindrom “over-achievers”, di antaranya: Read more

3 Skill Yang Bisa Dipelajari Secara Online Dan Bisa Membantumu Di Dunia Kerja

Persaingan skill dunia kerja semakin hari semakin meningkat, apalagi semenjak pandemi Corona membuat banyak perusahaan gulung tikar.

Read more