3 cara efektif memberikan feedback kepada atasan anda

Banyak orang berpikir bahwa feedback hanya bisa diberikan kepada bawahan. Padahal feedback juga bisa diberkan kepada atasan. Hanya saja sedikit orang yang mau dan berani memberikan feedback kepada atasannya. Kebanyakan justru merasa takut dan khawatir, jika memberikan feedback akan mengancam karier kita dikemudian hari.

Meski begitu, harus diakui bahwa memberikan feedback kepada atasan, jauh lebih sulit dibandingkan memberikannya kepada bawahan. Kenapa? Karena berisiko terhadap rusaknya sebuah hubungan yang juga bisa membuat Anda tidak dipromosikan. Namun, semua itu bukan berarti Anda tidak bisa memberikan feedback kepada atasan. Nah, yang menjadi soal adalah bagaimana Anda menyajikan feedback itu sendiri. Jika Anda mampu mengolah benar dan penuh pertimbangan, feedback yang Anda berikan tidak hanya dapat membantu atasan Anda, tetapi juga meningkatkan hubungan kerja.

Hal ini sebagaimana dikatakan oleh John Baldoni, seorang konsultan Leadership, Coach, dan penulis buku Lead Your Boss: The Subtle Art of Managing Up. Ia mengatakan bahwa leadership adalah tentang persepsi; jika atasan Anda tidak tahu bagaimana mereka dipersepsikan, kinerja mereka akan menyulitkan Anda. Namun, semakin tinggi seseorang menduduki posisi dalam sebuah organisasi, semakin sulit untuk mendapatkan feedback yang jujur.

James Detert, Asisten Profesor di Cornell Johnson Graduate School of Management juga mengamini. Dalam tulisannya, ia mengatakan bahwa saat ini semakin banyak bawahan merasa takut menyampaikan feedback. Mereka tidak berani berbicara, sekalipun apa yang dibicarakan itu adalah hal yang jujur.

Padahal, menurutnya, masukan atau feedback yang Anda berikan itu bisa membantu atasan Anda melihat dirinya sendiri seperti. Dan dari feedback konstruktif yang Anda berikan, atasan Anda akan menampilkan yang lebih baik lagi. Namun, memberikan feedback semacam ini membutuhkan kehati-hatian. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengikuti 3 cara efektif memberikan feedback kepada atasan, sebagaimana berikut ini:

MEMILIKI HUBUNGAN ATAU KEDEKATAN

Kemampuan untuk memberikan feedback kepada atasan,sebenarnya tergantung pada hubungan antara Anda dan atasan Anda. Semakin Anda dekat dengan atasan Anda, akan semakin mudah bagi Anda untuk menyampaikan feedback. Tanpa hal itu, feedback akan sulit untuk diterima.

Meski demikian, sebelum Anda memberikan feedback, Anda perlu mengukur apakah atasan Anda memiliki sikap yang terbuka dengan apa yang akan Anda katakana? Inilah yang perlu untuk Anda lihat secara seksama. Sebab jika Anda sudah tahu bahwa atasan Anda tidak begitu terbuka dengan feedback yang Anda sampaikan, kemungkinan besar ia akan bereaksi negatif. Termasuk juga marah.

Lalu bagaimana jika hubungan Anda dengan atasan Anda tidak begitu dekat? Atau bahkan Anda memiliki masalah yang menyebabkan Anda dengan atasan Anda berjauhan? Jika hal demikian ini terjadi, ada baiknya Anda menahan diri dan tidak mengatakan apa-apa. Meskipun apa yang Anda sampaikan itu baik untuk dia.

TUNGGU ATAU MINTA IZIN UNTUK MENYAMPAIKAN

Sekalipun Anda memiliki poin pertama (hubungan yang dekat), memberikan feedback secara langsung adalah kesalahan. Karena itu patut bagi Anda menahan diri dari memberikan feedback sampai atasan Anda yang meminta. Namun jika dirasa bahwa hal ini terlalu lama, katakanlah momennya akan hilang jika tidak disampaikan dengan segera, Anda perlu meminta izin bahwa ada feedback yang perlu untuk Anda sampaikan.

Namun meminta izin saja juga tidak cukup. Anda perlu menanyakan kepada atasan Anda apakah dia ingin diberikan feedback?

Kemudian yang menjadi catatan juga bahwa sebelum Anda bertanya kepada atasan Anda, Anda perlu mencoba berlatih menyampaikan pertanyaan. Jangan sampai pertanyaan Anda terlihat seperti menyerang atau bahkan balas dendam. Justru sebaliknya, feedback yang Anda kemas harus benar-benar dari hati yang tulus. Yang tujuannya Anda sampaikan adalah untuk membantu meningkatkan perusahaan.

FOKUS PADA APA YANG ANDA KETAHUI

Ketika Anda ingin menyampaikan feedback, Anda harus benar-benar tahu dan fokus pada apa yang Anda lihat atau dengar, bukan pada apa yang akan Anda lakukan sebagai atasan. Misalnya: “Pak, di meeting tadi saya melihat Bapak agak didikte oleh patner Bapak.”

Dengan membagikan analisis Anda, Anda secara langsung berpartisipasi dalam membantu atasan Anda. Namun itu saja tidak cukup. Anda perlu menambahkan data tentang dampak buruk jika hal tersebut terjadi secara terus menerus. Nah, dengan Anda menyampaikan feedback ini, Anda telah membantu menyadarkan atasan Anda tentang bagaimana ia dipandang oleh orang lain. Dan ini bisa sangat berharga bagi atasan Anda.

Selain itu, ketika Anda berfokus pada apa yang Anda lihat, berarti Anda menaruh perhatian yang baik. Meski begitu, Anda juga perlu mengingat bahwa aturan feedback masih berlaku. Feedback Anda harus jujur dan berdasarkan data.

Kemudian, ketika Anda ingin menyampaikan feedback, cobalah untuk membukanya dengan feedback positif. Jangan langsung masuk kepada poin yang ingin Anda sampaikan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *