Pandemi Mendorong Integrasi Proses Pembelajaran Karyawan

Pandemi Dorong Integrasi Proses Pengembangan Karyawan. Tahun 2020, banyak perusahan / industri bersedih, bingung, dan berusaha untuk ‘survive’. Cut cost menjadi strategi yang banyak dipilih. Namun, bagaimana dengan tahun 2021?

Sudah saatnya kita ‘move-on’ dari alternatif di atas. Tapi bukan berarti Cut cost tidak lagi perlu dilakukan. Namun bagaimana kita bisa melakukan hal tersebut secara lebih selektif. Pertanyaan berikutnya muncul, cost  apa yang harus di cut? Biaya pengembangan karyawan? Bisa jadi iya, tetapi apakah mungkin kita cut cost biaya pengembangan karyawan tetapi tujuan dari people development jugas masih bisa efektif?

Tahun 2021, dunia digital sudah semakin mendukung untuk pembelajaran jarak jauh. Orang-orang sudah mulai beradaptasi dengan penggunaan teknologi.Efektifivitas work from home mungkin juga sudah mulai meningkat. Orang sudah menemukan pola yang baru.

Lalu apa implementasinya dalam program pengembangan karyawan?

Cuma memvirtualkan kelas?

Pembelajaran jarak jauh, yang kontennya variatif, bukan hanya sekedar ‘mem-virtualkan’ kelas training seperti biasanya. Istilahnya populer dengan sebutan blended learning. Proses pengembangan karyawan yang mem-blend sesi virtual dengan fasilitator dengan aktivitas-aktivitas pendukung seperti menyertakan video training, melakukan asesmen karyawan, dan lain sebagainya.

Video training sendiri memang kurang cukup untuk menggantikan sesi virtual dengan fasilitator, tetapi akan menambah efektivitas pembelajaran jika dijadikan sebagai pelengkap. Memang, ada beberapa topik yang bisa di substitusi dengan video training, seperti penjelasan standard operating procedure, penjelasan mengenai product knowledge, service protocol, dan topik-topik serupa.

Di dalam blended learning, kita juga bisa menyertakan proses asesmen karyawan. Asesmen sekarang ini lebih mudah dilakukan karena sudah digital, dan proses pengolahan back-end nya juga sudah cukup praktis. Asesmen karyawan juga memiliki banyak fungsi, seperti mengukur kompetensi, mengukur employee engagement, dan lain sebagainya. Karena proses share nya yang sekarang semakin praktis, akan lebih bagus jika komponen asesmen karyawan kita masukkan juga sebagai komponen dalam blended learning.

Pertanyaan berikutnya muncul, jika saya menerapkan blended learning dengan juga menyertakan video training dan asesmen karyawan, apakah menjamin efektivitas dari pelatihan tersebut? Faktor yang juga memengaruhi efektivitas pelatihan adalah tingkat kematangan atau maturity level dari peserta pelatihan. Orang dengan maturity level  yang cukup, akan menganggap proses pelatihan atau pengembangan karyawan adalah sebuah kebutuhan, sedang yang maturity level nya rendah akan menganggapnya sebagai sebuah beban, buang-buang waktu, ‘nambahin kerjaan’, dan lainnya.

Lalu, bagaimana caranya meningkatkan maturity level dari para karyawan saya?

Wah, banyak sekali faktor yang memengaruhi hal tersebut. Buadaya organisasi, mekanisme pengelolaan kinerja, dan masih banyak lagi faktor-faktor yang memengaruhi. Jika bingung mulai dari mana, mulailah dari asesmen karyawan, paling tidak kita bisa melihat kompetensi mereka, komitmen mereka, dan bisa memilah-milah mana karyawan yang maturity levelnya tinggi dan mana yang rendah. Dari sini kita bisa mulai memikirkan ‘resep’ untuk treatment nya. Memang salah satu pilihannya adalah pelatihan karyawan. Dan karena metode blended learning sekarang ini juga secara biaya lebih efisien dibandingkan pelatihan offline tatap muka, ya tidak ada salahnya untuk mencoba.

Namun, namanya pelatihan, baik itu metodenya offline / konvensional maupun blended learning, kita tidak bisa berharap dengan satu kali pelatihan memberikan hasil yang luar biasa besarnya. Ibaratnya kita fitness ke gym. Kita tidak bisa fitness sebanyak tujuh kali dalam seminggu, kemudian minggu depan badan kita menjadi 2 kali lebih berotot. Ini perlu dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Demikian juga dengan blended learning, perlu consistency dan continuity dalam melakukannya. Selamat mencoba.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *