cara efektif menghapus mentalitas silo

Silo mentality, salah satu istilah yang mungkin Anda kerap Anda dengar. Bahkan sebagian dari Anda mungkin memiliki rekan yang mentalitasnya adalah silo. Enggan berbagi informasi dengan rekan kerja dari berbagai divisi di perusahaan yang sama.

Saya sendiri pernah mendapatkan perlakuan mental silo ketika bekeja. Rasanya sangat tidak enak. Bahkan salah satu rekan satu angkatan saya, sampai resign. Karena merasa kondisi silo yang cukup parah di perusahaan tersebut.

Sikap ini dipandang sebagai sikap yang bisa menghambat laju sebuah organisasi. Buruknya, sikap ini juga bisa berkontribusi pada rusaknya budaya perusahaan.

Nah, untuk menghapus mentalitas Silo di kantor ini bukanlah hal yang mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa. Untuk itu perlu bagi kita sangat penting bagi para pemimpin dan organisasi bisnis untuk bertahan dan berkembang. Terutama dalam hal inovasi. Kenapa? Karena dalam hal inovasi Anda tidak akan bisa bekerja secara individu. Anda butuh yang namanya kolaborasi. Lalu bagaimana Anda berkolaborasi jika diantara devisi saling menyimpan informasi?

Mentalitas silo secara luas didefinisikan sebagai ‘pola pikir yang hadir di beberapa perusahaan. Ketika departemen atau sektor tertentu tidak ingin berbagi informasi dengan orang lain di perusahaan yang sama’.

Seringkali sikap seperti ini ditambapkkan melalui kata yang memisahkan seperti ‘mereka dan kita’. Atau pernyataan ‘Ooh.. itu bukan bagian dari pekerjaan saya, kok’;

Di lain sisi, jika Anda tidak melihat keduanya terjadi, Anda bisa juga meliat satu sistem pekerjaan. Yang tidak bisa bergerak karena Anda harus menunggu informasi dari orang lain. Hal ini juga ditekankan oleh Patrick Lencioni, dalam bukunya yang berjudul “Silo, Politics and Turf Wars”.

Menurut Patrick, Silo Mentality merupakan sikap yang bisa melumpuhkan sebuah perusahaan. Karena secara langsung, sikap inilah yang membunuh produktivitas. Mendorong orang-orang baik keluar dari perusahaan. Dan bisa memporak-porandakan sebuah tujuan yang dicanangkan sedari awal. Jadi, kalau dilihat dari sini, mentalitas silo di kantor sangat membahayaan sekali.

Untuk mengatasi hal ini, Patrick menyarankan perlunya kepemimpinan yang kuat dan siap. Untuk melihat kondisi dari perilaku yang dihasilkan dari silo. Sementara itu, ia juga menyarankan kepada kita untuk fokus pada isu-isu kontekstual yang sering terjadi dalam organisasi.

Lalu apa sih cara efektif menghapus mentalitas silo di kantor?

Cobalah untuk menyatukan

Perlu diketahui bahwa sebenarnya mentalitas silo di kantor bisa diruntuhkan ketika ada penyatuan. Namun proses penyatuan ini akan sulit jika Anda hanya mengandalkan proses alami. Untuk itu, dalam leadership, peran Anda sebagai Leaders sangat dibutuhkan untuk merajut penyatuan tersebut. Melalui apa? Yaitu melalui komunikasi.

Komunikasi sendiri bisa Anda lakukan dengan cara mempertemukan mereka dalam satu meja untuk membahas rencana atau evaluasi dari pekerjaan. Dengan Anda mempertemukan mereka secara rutin, secara tidak sadar. Mereka akan terbentuk kedekatan, mengelompokkan diri secara luas. Bukan mengotak-ngotakkan diri dalam departemen.

Untuk bisa menyatukan mereka di tengah situasi seperti sekarang ini, Anda bisa juga menggunakan berbagai alternatif seperti training online atau training virtual.  Selain bisa menumbuhan kedekatan, Anda juga bisa menumbuhkan kesadaran dan knowladge ke arah yang lebih baik. Anda pun bisa menentukan tema pelatihan yang paling sesuai untuk pelatihan karyawan. Mulai dari area pengembangan SDM, atau terkait pelatihan penjualan.

Fokus pada kejelasan visi

Ketika Anda sebagai leader mampu memberikan kejelasan visi kepada tim Anda. Maka setiap anggota tim yang Anda miliki dapat fokus pada tujuan yang ada. Sementara itu, akan mudah juga bagi anggota tim Anda untuk mengidentifikasi peran yang mereka mainkan. Mereka juga akan mampu mengambil tanggung jawab lebih atas pekerjaan. Serta mengidentifikasi penghambat yang bisa menghalangi tim Anda menuju tujuan yang sudah ditetapkan.

Nah, ketika setiap individu dari tim sudah mampu memahami setiap peran, dan mereka juga mampu melihat bahwa pekerjaan mereka saling berkaitan. Maka mereka pun akan mampu melihat dampak yang yang timbul dari insiden yang tidak mengenakkan. Tidak hanya menimpa satu orang saja, melainkan seluruh anggota tim yang ada.

Pahami peran setiap anggota tim Anda

Penting sekali bagi Anda sebagai Leader untuk tahu latar belakang setiap anggota tim Anda. Misalnya, mengetahui apa yang memotivasi mereka, kedekatan Anda dengan anggota tim. Hingga reward yang Anda berikan atas pencapaian yang sudah mereka lakukan.

Nah, itulah tips cara efektif menghapus silo mentality di kantor. Dengan Anda tahu akan hal ini, maka anggota tim Anda pun akan lebih solid, bahkan mereka pun akan terlibat secara lebih kolaboratif dan juga produktif.

 

Oleh: Arif Hidayat – Fasilitator MDI Tack

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *