Penting! Ubah Kebiasaan Demi Bertahan Dari COVID-19

Keberanian menerapkan perilaku dan kebiasaan menjadi pilihan yang harus dijalankan agar semua orang punya peluang untuk bertahan dan bersama-sama maju untuk proses penurunan, pada segala aspek kehidupan akibat pandemic Covid-19.

Pandemi Covid-19 telah mengguncang segalanya, aspek kehidupan manusia direnggut, hampir semua aktivitas produktif keseharian manusia diberhentikan akibat dari pandemi Covid-19. Para pekerja yang tadinya mampu untuk menghidupi keluarganya kini hanya bisa mengharapkan bantuan sosial dari negara maupun bantuan sosial yang dikumpulkan oleh Lembaga-lembaga bantuan peduli sosial.

Bagi yang berkecukupan terpaksa membiayai hidup keseharian dari tabungan pribadi, banyak perusahaan juga melemah karena harus terus membiayai gaji karyawan. Pendapatan nyaris nol akibat terhentinya roda bisnis, aktifitas belajar mengajar dihentikan, keceriaan anak dan remaja hilang karena harus berdiam diri dirumah.

Semua orang berharap, keadaan akan membaik setelah peandemi Covid-19 berakhir. Tak satupun pakar atau ahli menyebutkan waktu yang pasti, mereka hanya mengatakan, menghentikan penularan, bahkan tak berani menghituk waktu pandemi global.

Kalau tak segera disiasati, pandemi Covid-19 akan menghancurkan perekonomian dari segala akses akan mengakibatkan penderitaan bagi kehidupan banyak orang, tak dipungkiri kecemasan sudah menghantui banyak orang termasuk para pemimpin negara sekalipun., pengangguran terus bertambah, presiden Jokowi mendesak semua gubernur melonggarkan PSBB untuk pemulihan ekonomi bahkan presiden baru-baru ini meninjau beberapa tempat yang dinyatakan masih zona hijau untuk menerangkan New Normal berkhasiat mencegah kehancuran perkonomian. Mau tak mau dan juga logis pilhanya adalah berkhasiat, hidup dengan mererapkan pola sehat dan perilaku setiap orang. Interaksi antar individu di ruang publik, di kantor, tempat kerja, pasar, rumah makanan, hingga sekolah dan rumah ibadah. Gubernur DKI telah membuka dan melonggarkan PSBB menuju New Normal, dinamika merubah pola perilaku dan gaya hidup yang sebelumnya individualistic sedikit kaku penuh kehati-hatian serta waspada, menjadi cair dan lepas berangur-angsur kembali normal tetap sesuai protokol kesehatan. Tidak mudah karena berkaitan langsung dengan perilaku puluhan juta orang tentang purgensi memulihkan kehidupan dan kegiatan produktif, menerapkan pola hidup baru.

Pandemi Covid-19 mengubah banyak kebiasaan, termasuk rutinitas kerja, banyak perusahaan lebih memilih untuk mempekerjakan karyawannya dari rumah agar tidak terinfeksi virus. Perusahaan menyadari bahwa mereka mampu bekerja tanpa harus datang ke kantor. Setelah kasus Covid-19 dianggap sudah menurun, negara mulai menjalankan New Normal. Salah satu bentuk New Normal setelah pandemi Corona ini kita mencoba untuk bijaksana dalam melakukan pendekatan ke perusahaan yang menerapkan karyawan yang pindah model (kerja) Work From Home dengan bekerja sama perusahaan teknologi besar seperti google, Microsoft, facebook, youtube, dan instagram.

Kini bekerja dari rumah atau tempat lain memang jadi lebih mudah karena kecanggihan teknologi. Selain e-mail dan aplikasi chatting, para pekerja juga bisa berkomunikasi melalui videocall/ dari jarak jauh, terlebih cara ini dianggap efektif dan efisien. Karyawan bisa melakukan aktivitas kegiatan di luar kantor, di sela kesibukan bisa mengurus keluarga bahkan mencari tambahan penghasialan melalui penjualan online, dan bahkan bisa mengembangkan sekaligus hobi.

Setiap peristiwa maupun musibah, termasuk wabah covid-19 yang menimpa suatu bangka berdampak kepada perusahaan, diyakini akan membawa hikmah besar bagi kemajuan. Cepat atau lambat, kemajuan tersebut akan terbukti sebab sejatah membuktikan sebuah bangsa atau perusahaan justru bangkit dari kondisi terpuruk.

New normal atau transisi PSBB hingga pasca pandemic covid-19 menuju the golden age, maupun the new emperium. Teknologi menjadi suatu hal yang tak dapat dipisahkan oleh masyarakat. HRD dan perusahaan harus bereaksi cepet menggunakan alat kolaboratif baru dengan cara yang efisien. Membuat saluran digital untuk pelanggan dan memastikan infrastruktur TI mereka cukup kuat untuk mengatasi tantangan.

Transformasi digtal harus melayani kebutuhan customer, misalnya meningkatkan pengambilan keputusan berdasarkan data dan ketersediaan data pelatihan jarak jauh. perusahaan atau organisasi dapat mencari cara untuk mengoptimalkan bakal terpendam karyawan dengan melakukan pelatihan sehingga bermanfaat untuk proses bisnis yang ada. Tetapi, karena tidak dapat berinteraksi secara langsung, pelatihan dapat dilakukan secara online dari jarak jauh. Pelatihan jarak jauh dapat menggunakan perangkat lunak yang menghubungkan karyawan satu sama lain dengan penyedia pelatihan. New Normal ternyata mendorong belajar online, menurut penelitian dan riset telah memperkirakan pasar e-learning meningkat tiga kali lipat pada tahun 2025 bahkan pelatihan yang dikemas secara menarik dan blended learning.

Banyak perusahaan /Lembaga pelatihan manajemen yang telah menerapkan metode e-learning, salah satu contohnya MDI TACK LEARNING sudah melakukan pelatihan dengan pendekatan e-learning dengan ditunjang video pelatihan serta study. Hal ini sangat membantu HRD dalam mencegah penyebaran virus corona dilingkungan kantor melalui tatap muka langsung sehingga produktifitas karyawan lebih baik.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *