Bagaimana Cara Menjual Sisir Kepada Biksu

Ada tiga salesman yang sedang melamar pekerjaan disebuah perusahaan besar. Pada seleksi akhir, orang yang menyeleksi kesulitan (interviewer) memilih mana kandidat yang terbaik. Oleh karena itu ia memberikan ketiga salesman ini sebuah tantangan yaitu menjual sisir kepada biksu di pegunungan.

Setelah beberapa lama, satu persatu saleman ini kembali

Interviewer: Hei Salesman 1, berapa banyak sisir yang kamu jual?

Salesman 1: Hanya satu, saya mencoba menawarkan kepada biksu dan mereka menertawakan saya dan mengatakan bahwa saya menghina mereka. Lalu saya memutuskan untuk pulang. Pada perjalanan pulang, saya melihat seorang biksu yang sedang gatal kepalanya dan saya menawarkan sisir ini untuk mengurangi gatalnya dan ia setuju lalu membelinya.

Salesman 2: Itu bagus, tetapi saya berhasil menjual 10 sisir.

Interviewer: Wah, hebat sekali kamu. Apa yang anda lakukan?

Salesman 2: Saya mengamati bahwa dipegunungan banyak pengunjung yang rambutnya berantakan karena terkena angin. Saya berhasil meyakinkan para biksu untuk memberikan beberapa sisir kepada pengunjung untuk merapikan rambut mereka

Salesman 3: Saya berhasil menejual lebih banyak dari mereka semua!

Interviewer: Berapa banyak yang anda jual?

Salesman 3: Saya berhasil mejual 1000!

Interviewer: Hah? Luar biasa. Bagaimana anda bisa menjual segitu banyak?

Salesman 3: Saya pergi ke kuil paling besar di daerah ini dan saya berdiskusi dengan pengelola kuil tersebut. Ia menyebutkan bahwa ia sangat bersyukur banyak orang yang berkunjung ke kuil tersebut dan ia sangat ingin berterima kasih kepada para pengunjungnya.

Lalu saya merekomendasikan sisir yang saya bawa dan sudah saya grafir sisirnya dengan tulisan “Berkat”. Saya beritahu dia bahwa sisir digunakan setiap hari dan dapat menjadi pengingat bagi para pengunjung untuk selalu berbuat baik setiap hari.

Ia sangat menyukai ide ini dan membeli 1000 sisir.

Salesman 2: Ahhh dia hanya beruntung!

Interviewer: Tidak, ia tidak beruntung. Ia memiliki rencana! Oleh karena itu ia menggrafir sisir tersebut sebelum ia datang. Apabila ia tidak berhasil di kuil ini, tentu kuil lainnya akan mau membeli sisir darinya.

Salesman 3: Tunggu, saya belum selesai bercerita. Saya kembali ke kuil tersebut untuk menanyakan kabar dari pengelola kuil tersebut. Ia bercerita bahwa banyak pengunjung yang sangat menyukai sisir tersebut dan mereka memberitahukan kepada sanak keluarga mereka bahwa kuil ini memberikan sisir khusus. Kuil ini menjadi ramai sekali dan ia mengatakan akan memesan lebih banyak sisir lagi.

Pembelajaran

Tiga salesman diatas menunjukkan tiga hasil penjualan yang berbeda.

Salesman 1: menunjukkan kemampuan menjual paling dasar dimana ia bertemu calon pembeli menunjukkan kebutuhannya lalu baru mencoba menjualnya.

Salesman 2: Menunjukkan kemampuan menjual yang lebih tinggi dimana dia mengantisipasi dan menciptakan peluang. Mungkin pada awalnya para biksu tidak menyadari kebutuhannya. Tetapi dengan menjelaskan manfaat dari produknya untuk kepentingan para biksu, ia berhasil menjual lebih banyak

Salesman 3: Menunjukkan kemampuan paling tinggi dari semuanya. Ia mampu menjaga hubungan sehingga mendapatkan penjualan berulang dan referensi. Bantu pelanggan anda untuk menyelesaikan masalahnya dan lihat pelanggan bukan sebagai satu pelanggan tetapi lihatlah sebagai sebuah jaringan network.

Bagaimana kita bisa menciptakan kebutuhan baru untuk pelanggan kita?