Pos

3 Cara Cepat Jadi Pemimpin Terpercaya

Menghadapi perilaku buruk karyawan, cara cepat jadi Pemimpin Terpercaya. Lelah dengan tingkah karyawan? Selain faktor banyaknya tanggung jawab pekerjaan yang dirasakan pemimpin, sikap buruk karyawan merupakan faktor penting yang akan membuat Anda merasa susah tidur tenang. Sikap buruk seperti apa sih yang biasa Anda dapat dari karyawan?

  • Susah diatur atau sering meninggalkan pekerjaan?
  • Sering telat?
  • Tidak pernah atau telat memberikan laporan?
  • Angkuh?
  • Penampilan tidak rapih?

Pasti lebih banyak lagi hal lain dari sikap buruk yang ditunjukan karyawan. Ini menjadi pertanyaan apa yang menyebabkan karyawan berani melakukan sikap seperti itu saat akan berkarir. Kurangnya kepercayaan adalah satu diantara penyebab sikap bawahan tidak menghargai Anda sebagai pemimpin. Hasilnya mereka pun berani bertingkah semaunya.

Read more

3 CARA SEDERHANA PEMIMPIN MEMBERIKAN UMPAN BALIK

3 CARA SEDERHANA PEMIMPIN MEMBERIKAN UMPAN BALIK Salah satu aspek komunikasi yang wajib dilakukan oleh pemimpin adalah memberikan umpan balik kepada bawahannya. Seorang pemimpin harus dapat membangun keseimbangan antara umpan balik positif dan negatif bagi perbaikan karyawan di masa depan. Ada 3 cara sederhana bagi para pemimpin untuk memberikan umpan balik (feedback) kepada bawahannya, antara […]

mengembangkan anak buah

Pemimpin sebagai pengembang Anak Buah Develop Your People, Advance Your Business Salah satu fungsi dan peran utama seorang pemimpin selain mencapai sasaran kinerja adalah mengembangkan anak buah kita. Ketika kita mengembangkan orang lain, kita menambah nilai diri mereka. Mereka akan semakin bangga pada pekerjaan dan hidupnya sehingga mengarah pada peningkatan produktivitas, kreativitas dan keinginan untuk […]

Lalu apa bedanya antara pemimpin dan manajer? Abraham Zaleznik (HBR Classic, 1977 dan 1992) mengatakan bahwa manajer dan pemimpin adalah dua keterampilan yang berbeda. Pemimpin cenderung mentoleransi kekacauan atau kurangnya struktur dalam organisasi dengan menunda pengambilan keputusan. Sebaliknya, manajer cenderung berusaha mempertahankan ketertiban, pengendalian dan penyelesaian masalah secepatnya. Pemimpin lebih berfokus pada menciptakan perubahan, menetapkan arah tujuan melalui visi dan strategi, dan memotivasi sumber daya manusia agar bergerak menuju visi dan misi yang sama. Pemimpin mampu membuat orang lain percaya akan adanya masa depan yang lebih baik dan memotivasi mereka untuk berinisiatif mencapai suatu visi. Pemimpin mampu menimbulkan rasa kepemilikan dan kebersamaan. Manajer cenderung memprioritaskan stabilitas organisasi dengan berusaha mengurangi ketidakpastian dalam menghadapi suatu situasi kompleks. Oleh karena itu, manajer lebih berfokus pada perencanaan dan penganggaran, pengorganisasian dan pengadaan sumber daya, serta penyelesaian masalah. Memang, keterampilan memimpin dan keterampilan mengelola dapat dimiliki oleh satu orang. Namun, biasanya seorang pemimpin murni cenderung kurang mampu mengelola organisasi dan seorang manajer murni cenderung kurang mampu memimpin organisasi. Tidak ada istilah bahwa menjadi seorang pemimpin adalah lebih baik daripada menjadi seorang manajer atau sebaliknya. John Kotter (HBR, 1990) menambahkan bahwa semua organisasi membutuhkan keduanya, manajer maupun pemimpin agar dapat sukses, terutama dalam masa-masa sulit dan krisis. Pemimpin memerlukan manajer dan manajer memerlukan pemimpin. Sikap pemimpin dan sikap manajer dapat bertolak belakang sehingga kita perlu mengidentifikasi situasi dimana kita perlu bersikap sebagai seorang pemimpin, situasi dimana kita perlu bersikap sebagai seorang manajer dan situasi dimana kita perlu bersikap sebagai keduanya. Situasi apakah yang Anda dan organisasi Anda hadapi sekarang? Apakah Anda perlu bersikap sebagai pemimpin atau sebagai manajer?

Lalu apa bedanya antara pemimpin dan manajer? Abraham Zaleznik (HBR Classic, 1977 dan 1992) mengatakan bahwa manajer dan pemimpin adalah dua keterampilan yang berbeda. Pemimpin cenderung mentoleransi kekacauan atau kurangnya struktur dalam organisasi dengan menunda pengambilan keputusan. Sebaliknya, manajer cenderung berusaha mempertahankan ketertiban, pengendalian dan penyelesaian masalah secepatnya.

4 fase membentuk tim

Tim yang solid adalah dambaan semua pihak. Namun untuk mencapainya membutuhkan tahapan yang tidak mudah. Karena di dalamnya terdiri dari berbagai macam karakter orang yang tidak sama. Hal ini memberikan arti bahwa membangun sebuah tim sama saja menyatukan keberagaman yang sebenarnya mustahil. Ibarat menyatukan perbedaan yang pasti mustahil dilakukan karena sama seperti menggabungkan antara putih […]