Efektivitas Komunikasi untuk Pengembangan SDM
Tidak ada orang yang dilahirkan dengan kemampuan komunikasi yang sempurna. Dalam perjalanan hidup dan karier, kita semua mengembangkan pola serta kebiasaan berkomunikasi. Beberapa kebiasaan menunjang efektivitas pengembangan SDM, sementara kebiasaan lainnya justru menimbulkan tantangan komunikasi yang berujung pada penurunan produktivitas.
Tanpa disadari, asumsi dan kebiasaan lama sering kali memengaruhi objektivitas kita atau membuat lawan bicara merasa tidak didengarkan. Dengan mengubah pola komunikasi secara positif, kita dapat meningkatkan kerja sama dan kolaborasi dalam tim secara signifikan. Berikut adalah 7 tips praktis komunikasi efektif yang dapat langsung Anda terapkan:
7 Tips Komunikasi Efektif di Tempat Kerja
- 1. Berikan Perhatian Penuh (Fokus)Hindari melakukan pekerjaan lain (*multitasking*) saat berkomunikasi, baik secara langsung maupun via telepon. *Multitasking* berisiko membuat Anda melewatkan rincian vital. Semakin fokus proses komunikasi, semakin efisien pula waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembahasan.
- 2. Jaga Kontak Mata secara AlamiKontak mata saat berbicara secara implisit menyampaikan kejujuran dan rasa percaya diri. Latihlah tatapan mata agar terasa alami dan nyaman. Hindari tatapan yang terlalu tajam yang terkesan menginterogasi, maupun tatapan terlalu lemah yang memicu rasa curiga.
- 3. Terapkan Komunikasi Dua Arah dengan PertanyaanPastikan terjadi pertukaran informasi secara jelas. Biasakan mengajukan minimal dua pertanyaan dalam setiap percakapan penting: minimal satu pertanyaan menggali untuk memperdalam informasi dan satu pertanyaan mengonfirmasi untuk memastikan kesamaan pemahaman.
- 4. Dokumentasikan Hasil KomunikasiSebaik apa pun ingatan seseorang, risiko lupa selalu ada. Biasakan untuk selalu mencatat poin-poin penting melalui notulen rapat atau mengirimkan email konfirmasi (*follow-up*) guna menyelaraskan pemahaman bersama.
- 5. Pilih Media Komunikasi yang TepatSesuaikan media dengan tujuan pesan. Jika perlu membahas topik secara mendalam, pilih pertemuan tatap muka atau telepon. Namun, jika hanya sebatas konfirmasi cepat, email atau pesan singkat adalah media yang lebih efisien.
- 6. Sikapi Pesan Tertulis dengan Prasangka BaikKomunikasi tertulis minim bahasa tubuh dan nada suara, sehingga rawan memicu kesalahpahaman. Terapkan pola pikir positif dan berprasangka baik saat membaca pesan tertulis. Jika merasa ragu atau janggal, konfirmasikan secara langsung via telepon.
- 7. Konfirmasi Penerimaan Pesan (Berikan Kejelasan Status)Guna menghindari ketidakpastian akibat kendala teknis (seperti pesan masuk *spam* atau gangguan jaringan), biasakan merespons pesan secara cepat dan sederhana, seperti *”Terima kasih”*, *”Noted”*, atau *”Akan saya tindak lanjuti”*. Langkah kecil ini memberi ketenangan bagi pengirim pesan.
MDI News No. 224/XXII/April 2016
Informasi Pelatihan & Training Korporat:
Tingkatkan efektivitas komunikasi dan kompetensi tim SDM di perusahaan Anda bersama kami. Untuk informasi dan jadwal training lebih lanjut, silakan hubungi kami di nomor +62 851-7546-9337 atau kirimkan email ke training@mditack.co.id.
