Mengambil Keputusan yang Tepat dalam Waktu yang Tepat

decision making

Dalam memutuskan sesuatu (decision making) memang diwajibkan bisa menimbang dahulu keputusan tersebut dari aspek positif maupun aspek negatif dan bagaimana efek yang ditimbulkan dari sesuatu yang diputuskan maka diperlukan mengambil keputusan yang tepat dalam waktu yang tepat.

Di dunia manajerial pada suatu organisasi perlu adanya seseorang yang mampu dalam memutuskan suatu keputusan, menurut sifatnya keputusan dapat dikategorikan dalam beberapa hal diantaranya adalah keputusan mendesak, keputusan mutlak, keputusan bersama, keputusan tidak ada kepastian.
Jadi dalam organisasi sebelum memutuskan alangkah baiknya memperhatikan empat kategori keputusan diantaranya :

decision making

Keputusan Mendesak

Keputusan yang diambil memerlukan waktu sesegera mungkin, apabila tidak segera diputuskan maka akan berakibat timbul masalah lain.
Dalam hal ini sebuah keputusan yang diambil diperhitungkan pula waktunya dan apabila data yang diperoleh harus lengkap sehingga keputusan tersebut bersumber pada data yang ada.

Sebagai contoh ada karyawan sekantor tiba – tiba pingsan, apa yang perlu dilakukan?
Apakah langsung membawanya ke rumah sakit?
Atau dikroscek penyebabnya pingsan kenapa?

Jika salah penanganan akibatnya akan fatal, tetapi jika tepat penanganan maka akan segera selesai masalahnya.
Maka perlu keputusan mendesak karena jika tidak segera diputuskan maka masalah komplek akan timbul.
Penyebab pingsan bisa karena stress kondisi badan kurang sehat, bisa karena sesak nafas (lupa konsumsi obat asma) atau karena sakit organ dalam. Hal tersebut perlu keputusan yang tepat dalam waktu yang tepat supaya nyawa korban bisa terselamatkan.

Baca: Mengambil Keputusan Sulit oleh Richard Branson

decision making

Keputusan Mutlak

Keputusan yang bisa atau tidak bisa harus diputuskan akan tetapi dalam hal waktu bisa direncanakan (tidak terikat waktu). Keputusan ini bisa secara tertulis dan bisa secara lisan. Keputusan yang tertulis sebagai contoh memutuskan dalam menilai hasil kinerja karyawan, hal tersebut mutlak untuk diputuskan karena menyangkut karir karyawan yang akan dinilai. Baca: Meningkatkan Produktifitas Karyawan

Jika tidak diputuskan maka karir karyawan tersebut akan berhenti, jika dinilai maka ada dua kemungkinan lanjut atau berhenti. Keputusan secara lisan sebagai contoh memutuskan pemenang dalam suatu pertandingan, dengan mengumpulkan data yang ada maka sudah diketahui siapa pemenangnya dan saat itu juga bisa diputuskan biasanya disebutkan “pemenangnya adalah ……”

decision making

Keputusan Bersama

Keputusan yang diambil secara musyawarah. Hal ini sudah jelas bahwa keputusan didasari kepentingan bersama dan untuk dilaksanakan bersama. Keputusan bersama ini yang digunakan banyak organisasi dalam menjalankan misinya dan hasilnya pun dinikmati bersama dan bahkan bisa untuk memajukan suatu organisasi karena pelaksanaan lebih ringan dikerjakan secara bersama dan waktunya lebih cepat selesai.

Sebagai contoh memutuskan untuk gathering ke tempat rekreasi. Jika semua pihak dilibatkan pasti pelaksanaan gathering akan lebih mudah dan lebih ringan karena semua pihak dengan rela membantu jalannya gathering mulai awal hingga akhir.

Baca: Outbound Training

decision making

Keputusan tidak ada kepastian

Keputusan yang diambil belum pernah dijalani atau baru pertama kali dialami. Keputusan ini masih memiliki kemungkinan–kemungkinan, bisa salah dan juga bisa benar.

Jika menghadapi hal tersebut harus mengumpulan banyak data untuk dijadikan bahan pertimbangan atau referensi agar hal yang diputuskan mendekati kebenaran. Sebagai contoh apabila memutuskan pindah bagian dari bagian HRD ke bagian Finance, hal tersebut baru pertama kali.

Sebelumnya perlu survey dahulu tugas dan tanggungj awabnya bagaimana, kemudian bersedia untuk belajar hal baru dan sampai pada proses serah terima. Jika berada dalam bagian yang sama dan dalam waktu yang lama biasanya timbul kejenuhan dan akhirnya masuk pada comfort zone tetapi jika memutuskan untuk pindah bagian akan merasakan bagaimana lingkungan baru, mempelajari hal-hal baru, dan kejenuhan pun akan hilang dengan sendirinya.

Dari empat kategori tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa memutusan sesuatu yang tepat (decision making) dalam waktu yang tepat perlu mempertimbangkan empat kategori tersebut apakah keputusan itu mendesak, keputusan mutlak, keputusan bisa dilakukan bersama supaya lebih cepat dan ringan atau keputusan itu tidak ada kepastian.

Jika mendesak maka perlu memerlukan sumber data yang lengkap sebelum memutuskan, jika mutlak keputusan tersebut bisa direncanakan tidak perlu menunggu dead line dan sumber data bisa dicari bersamaan dengan waktu dead line, jika keputusan bersama maka harus ada waktu untuk membicarakan masalah secara bersama sehingga bisa disetujui semua pihak, jika keputusan tidak ada kepastian maka harus mengumpulkan sebanyak–banyaknya informasi yang ada sebelum diputuskan agar mendekati kebenaran.

Maka dalam sebuah organisasi perlu keputusan tepat dalam waktu yang tepat karena jika tepat memutuskan maka akan lebih hemat waktu biaya dan tenaga. Hemat waktu karena jika sudah mengetahui caranya maka segera diputuskan, hemat biaya karena tidak perlu mengeluarkan uang makan siang, hemat tenaga karena tenaga tidak perlu diforsir untuk memikirkan hal hal yang belum terlaksana. Terakhir jika keputusan tepat tidak perlu lagi ragu melangkah menyambut hari esok penuh harapan.

Materi lainnya mengenai pengambilan keputusan bisa Anda lihat di sini

MDI News No. 212/XXI/April 2015

Untuk informasi dan jadwal training kepemimpinan lebih lanjut silahkan hubungi kami di nomor 021-668 1571 atau 021-668 1572 atau kirimkan email ke training@mditack.co.id