4 Aturan dalam Membuat Keputusan Sulit oleh Richard Branson
Mengambil keputusan besar di dunia bisnis sering kali dibayangi oleh risiko dan emosi. Richard Branson, pendiri Virgin Group, membagikan empat aturan utama yang selalu digunakannya dalam menghadapi dan mengambil keputusan-keputusan sulit:
1. Merespons dalam Kondisi Tenang
Branson mengatakan ia terkejut ketika mendengar Virgin Trains tidak mendapatkan tender. Namun, ia cukup berpengalaman untuk mengambil waktu tenang dan mengumpulkan data-data terkait dibandingkan membiarkan emosi mengontrol dirinya.
Mengambil keputusan berdasarkan emosi positif pun sama buruknya dengan emosi negatif. Berikan waktu yang cukup pada keputusan yang sedang Anda pertimbangkan agar terbebas dari pengaruh kesan pertama (first impression).
2. Pikirkan Risiko Negatif Terburuk Sebanyak Mungkin
Sebelum mengambil keputusan, Branson selalu mempertimbangkan dengan cermat semua hal yang berpotensi menjadi kesalahan.
Terkait kasus tender rel kereta, pengacara Branson sempat memberitahukan bahwa kemungkinan memenangkan gugatan melawan pemerintah hanya 10%. Namun, setelah mengumpulkan bukti adanya kesalahan angka dalam kesepakatan pesaingnya, ia yakin berada di posisi yang benar dan didukung oleh pelanggan.
“Tidak ada yang sempurna, jadi bekerja keraslah untuk membuka kebenaran yang tersembunyi, dan dari sana Anda bisa membuatnya menjadi lebih baik,” tulisnya.
3. Lihat Gambaran yang Lebih Besar (Big Picture)
Sebelum memutuskan sesuatu, pertimbangkan dampaknya terhadap proyek-proyek lain dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Meskipun sebuah peluang terlihat seperti kesempatan yang “sayang untuk dilewatkan”, tanyakan pada diri Anda: bagaimana hal ini akan memengaruhi prioritas lainnya? Jika saat ini bukan waktu terbaik, apa risiko menundanya? Jika kapasitas terbatas, proyek mana yang harus diprioritaskan dan mengapa?
4. Cegah Skenario Terburuk Terjadi (Protect the Downside)
Pelajaran berharga dari ayah Branson adalah selalu membatasi potensi kerugian (protect the downside) sebelum melangkah maju dengan bisnis baru.
Saat Branson berusia 15 tahun dan ingin berhenti sekolah untuk membuat majalah Student, ayahnya hanya mengizinkan jika ia berhasil menjual iklan senilai £4.000 untuk menutup biaya cetak.
Strategi serupa diulangnya pada tahun 1984 saat mendirikan Virgin Atlantic. Ia berhasil meyakinkan mitranya di Virgin Records setelah Boeing setuju untuk membeli kembali pesawat Boeing 747 milik Virgin dalam waktu satu tahun jika bisnis tersebut tidak berjalan sesuai rencana.
Empat panduan praktis ini dapat menjadi kebiasaan yang sangat berguna, baik dalam mengelola bisnis maupun saat melakukan pendekatan kepada calon klien prospektif Anda.
MDI NEWS No. 226/XXII/Juni 2016
Informasi Pelatihan & Training Korporat:
Tingkatkan keterampilan kepemimpinan dan pengambilan keputusan strategis tim Anda bersama kami. Untuk informasi dan jadwal training lebih lanjut, silakan hubungi kami di nomor +62 851-7546-9337 atau kirimkan email ke info@mditack.co.id.
