PENTING! 5 Alasan Kenapa Pelatihan Online Lebih Murah

Situasi pandemi covid-19 serta dengan digaungkannya protokol kesehatan membuat program pelatihan dialihkan kedalam media online. Dan ketika membahas mengenai pelatihan online, maka ada banyak metode pelatihan yang tersedia. Bisa secara tatap muka virtual dengan fasilitator, bisa juga dengan pembelajaran mandiri melalui online learning, dan lain sebagainya.

Memang sebagian mempertanyakan tentang kualitas dari pelatihan online. Apakah peserta benar-benar memahami materi yang diberikan? Apakah peserta berkomitmen untuk benar-benar focus selama sesi pelatihan? Dan isu-isu lainnya.

Namun disamping itu, dari segi biaya – pelatihan online cenderung lebih murah. Biaya disini bukan hanya biaya investasi pelatihan, namun biaya-biaya lain di sekeliling biaya pelatihan itu sendiri.

Anda tidak perlu sewa venue

Dulu, saat pelatihan dilakukan secara offline, biaya yang dikeluarkan untuk sewa venue cukup signifikan. Venue yang dimaksud disini adalah venue yang ‘mendukung’ efektivitas pelatihan tersebut, seperti venue dengan luas yang cukup besar, dengan tata cahaya yang baik, projector yang jelas dan besar, serta dukungan audio yang optimal.

Sekarang, investasi venue tersebut digantikan dengan investasi akun virtual meeting yang biayanya jauh lebih murah dan berlaku biasanya untuk 1 tahun. Jika utilisasi akun tersebut tinggi, maka biaya per pelatihan akan jauh menjadi lebih murah.

Mengurangi biaya akomodasi

Perusahaan dengan skala nation-wide terkadang memiliki peserta pelatihan dari penjuru Indonesia. Dengan pelatihan offline, maka peserta-peserta tersebut dikumpulkan di satu daerah (seringnya di daerah dengan komposisi peserta terbanyak). Ini membuat perusahaan mengeluarkan biaya akomodasi penginapan, penerbangan, dan konsumsi di luar pelatihan yang cukup signifikan.

Atau jika perusahaan menggunakan fasilitator dari luar daerah, berarti biaya akomodasi fasilitator tersebut dibebankan kepada perusahaan. Dengan pelatihan online, peserta bisa dari mana saja, dan fasilitator bisa dari mana saja, tanpa harus menyewa hotel, dan tanpa harus terbang ke lokasi tertentu.

Mengurangi biaya repetisi

Pelatihan dengan konten yang terstandarisasi dan dilakukan berulang-ulang (misalnya penjelasan SOP) bisa dikemas kedalam video learning. Daripada dilakukan secara offline berulang-ulang yang membuat perusahaan membayar akomodasi berulang-ulang, maka akan lebih murah jika dikemas dalam bentuk video. Jika peserta ada yang lupa, peserta dengan mudah bisa melihat kembali tayangan video tersebut.

Mengurangi opportunity lost

Jika pelatihan offline biasanya dilakukan selama 8 jam per harinya, pelatihan online dapat dengan mudah dipecah-pecah atau dibagi-bagi. Yang umum adalah 4 jam per harinya dengan 2 jam di pagi hari dan 2 jam sisanya setelah makan siang. Atau bisa juga 4 jam langsung di pagi hari sebelum makan siang. Intinya pelatihan dapat dilaksanakan tanpa membuat peserta kehilangan momen dalam bekerja untuk mendapatkan peluang.

Mengurangi miscellaneous cost

Biaya-biaya kecil namun tetap saja berupa biaya. Biaya seperti biaya konsumsi snack, biaya cetak hardcopy, biaya parker kendaraan, dan lainnya bisa dihindari dengan menggunakan pelatihan online. Belum lagi waktu yang hilang selama perjalanan ke lokasi pelatihan (apabila dilakukan secara offline).

Disamping isu-isu tentang efektivitas pelaksanaan training online, paling tidak pelatihan online ini lebih murah dibandingkan dengan pelatihan offline.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *