Melibatkan kebudayaan dengan Video Learning

Melibatkan kebudayaan dengan Video Learning, dengan menggunakan Video, kita dapat menjelaskan berbagai modul pembelajaran dari pengalaman pribadi dan hubungan antar manusia. Dampak Video dapat menjadi sangat luas dan meresap melalui berbagai contoh pada interaksi sosial.  Video memang memiliki potensi unik mulai dari cara belajar hingga cara menumbuhkan intelektual dan kemampuan berinteraksi sosial dari penontonya. Tidak heran kalau kita bisa mendapati banyak Video yang dicekal masyarakat karena tidak sesuai dengan kebudayaan masyarakat tertentu.

Terdapatnya tindakan pencekalan terhadap beberapa Video/Film, penulis yakini karena kesadaran dari masyarakat yang mengerti dampak yang mereka saksikan. Apabila Film dapat menjadi budaya, maka yang ditonton oleh para staff dalam suatu perusahaan pun tentunya akan menjadikan apa yang mereka saksikan sebagai budaya perusahaan. Oleh karena itu, berikut ada 3 tips mengenai bagaimana suatu perusahaan dapat memilih Video Learning yang tepat bagi perusahaannya:

Video Learning yang sesuai dengan budaya Perusahaan

Pastikan Video Learning yang kita gunakan bagi Perusahaan kita menggambakan budaya yang ingin ditanamkan perusahaan. Hal itu dapat terlihat dari bagaimana skenario dikemas, bagaimana bahasa yang digunakan dan bagaimana latar yang digambarkan oleh para praktisi nya hingga menjadi sebuah Video yang solid.

Video Learning yang menggambarkan keseharian staff nya

Video yang menggambarkan aktivitas keseharian akan lebih membantu penonton untuk mengingat yang mereka saksikan. Begitu penonton merasa memiliki suatu keterikatan dengan yang dia saksikan, dia akan merasa lebih mudah mengingat apa yang menjadi pesan dari Video tersebut. Video Learning yang sesuai dengan keseharian juga akan menjadi suatu guyonan pada peristiwa tertentu dan memiliki kemungkinan lebih besar untuk cepat diterapkan.

Video Learning memiliki Nilai Edukasi yang sesuai departemen tertentu

Selain harus menarik, jangan pernah lupakan nilai edukasi dari Video yang Kita sebarkan. Tanpa nilai edukasi, itu hanyalah tayangan biasa saja seperti yang kebanyakan ada di Youtube. Nilai edukasi tentu harus dapat sesuai dengan bidang pekerjaannya agar tidak terlalu luas dan mudah ditetapkan, misal: Memberikan Pelayanan Terbaik bagi Customer Service, Penjualan Maksimal bagi Sales dan lain sebagainya.

Jangan pernah lupakan bahwa apa yang kita saksikan bisa menjadi budaya kita karena memang Video dibuat berdasarkan budaya tertentu. Apabila Anda merasa kesulitan merumuskan Video yang sesuai dengan budaya perusahaan Anda, tentu MDI dapat membantu. Berbekal para praktisioner yang berpengalaman, MDI akan memberikan hasil terbaik bagi Anda. Karena Video Learning lebih dari Video biasa.

 

Oleh: Clara Kalengkongan – Fasilitator MDI

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *