Manfaat Assesment Kompetensi Bagi HRD

Memetakan kompetensi para karyawan adalah salah satu langkah strategis yang mendukung tercapainya sasaran strategis perusahaan atau organisasi.

Idealnya, setelah perusahaan menetapkan sasaran strategisnya, barulah perusahaan merancang peta kompetensi yang dibutuhkan agar sasaran strategis tersebut dapat tercapai. Mengukur tingkat kompetensi adalah salah satu tindakan dalam mengelola kompetensi karyawan dalam perusahaan.

Berikut manfaatnya bagi HRD dan perusahaan:

Melihat gap kompetensi

Dengan asesmen kompetensi, HRD bisa melihat gap kompetensi yang ada dalam perusahaan. Gap (minus) kompetensi ini perlu untuk dikecilkan atau bahkan dieliminasi. Hal ini berarti dengan mengetahui gap kompetensi, membuar HRD bisa merumuskan tindakan selanjutnya. Yang perlu diingat adalah semakin besar gap kompetensi yang ada, semakin sulit untuk mencapai sasaran strategis perusahaan.

Secara sederhana bisa diilustrasikan begini: misalnya sebuah perusahaan diumpamakan sebagai satu tim sepak bola. Tim ini ketika tampil memiliki sasaran strategi yaitu menyerang dengan cepat dan agresif. Untuk mendukung sasaran tersebut, maka dibuatkan profil kompetensi yang diperlukan.

Misalnya kompetensi untuk posisi penyerang adalah ‘mampu berlari dengan kecepatan 10’. Setelah diukur dengan asesmen kompetensi ternyata didapati bahwa penyerang tersebut hanya mampu berlari dengan kecepatan 4. Dengan demikian sasaran strategis untuk menyerang dengan cepat dan agresif menjadi sulit terlaksana.

Akhirnya perusahaan dihadapkan dengan 2 pilihan: mengubah strategi atau meningkatkan kompetensi. Jika mengubah strategi, apakah ini tetap membuat perusahaan kompetitif? Jika meningkatkan kompetensi, apa yang perlu ditingkatkan? Siapa saja yang perlu ditingkatkan? Dan bagaimana caranya?

Memprioritaskan program pengembangan

Memukul rata bahwa semua karyawan memerlukan tingkat kompetensi yang sama persis bisa jadi sebuah tindakan yang kurang bijak. Dalam hal tim sepakbola tadi, yang perlu untuk berlari dengan kecepatan 10 adalah posisi penyerang. Apa iya seorang penjaga gawang juga harus mampu berlari dengan kecepatan 10? Bisa iya bisa tidak. Namun yang jelas bagi penjaga gawang ada kompetensi lain yang harus lebih diprioritaskan daripada mampu berlari dengan kecepatan 10.

Dengan asesmen kompetensi juga HRD bisa menentukan siapa yang butuh apa. Memang program pengembangan yang diberikan bisa jadi tidak 100% di ‘tailor’ atau disesuaikan dengan tiap-tiap individu, tetapi paling tidak lebih terkustomisasi daripada ‘dipukul rata’. Walau demikian mungkin ada beberapa kompetensi yang sifatnya ‘behavioral’ yang bisa ‘dipukul rata’.

Demikian paling tidak ada 2 manfaat dari asesmen kompetensi bagi HRD yang bisa didapatkan. Mengingat bahwa asesmen kompetensi ini berpengaruh terhadap pencapaian sasaran strategis, maka hal ini penting untuk dilakukan.

Namun sekarang ini di era teknologi digital, maka pengukuran kompetensi bisa dilakukan secara digital. Manfaatnya adalah pengukuran bisa dilakukan dengan lebih cepat, praktis, lebih murah, dan hasil pengukuran lebih mudah untuk diolah.

Selamat mencoba!

 

Oleh: Billy Johanes – Fasilitator MDI

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *