Tips Meningkatkan Efektivitas Training Virtual

Pengembangan manusia perlu dilakukan secara konsiten dan berkesinambungan. Namun berbagai organisasi mengalami kendala biaya dan waktu untuk mengadakan program tatap muka secara rutin. Karena kondisi bekerja di lokasi yang tersebar secara nasional atau kebijakan untuk bekerja dari rumah akibat karantina pandemik seperti sekarang ini. Ketika media tatap muka sulit atau tidak memungkinkan, banyak organisasi memanfaatkan training virtual.

Sebagai salah satu alternatif untuk pengembangan sumber daya manusia secara kontinyu.

Berbeda dari training video, virtual memungkinkan peserta terkoneksi dengan fasilitator darimanapun mereka berada secara langsung dan real time. Berbagai platform yang digunakan untuk virtual training memungkinkan adanya interaksi dan diskusi antara fasilitator dengan para peserta. Maupun antara peserta dengan peserta lainnya dalam kelompok. Melalui media training virtual, organisasi bisa menciptakan suasana training langsung secara virtual dan peserta dapat mengakses pembelajaran secara remote di luar kantor. Fasilitator dapat membawakan workshop virtual secara interaktif dan responsif terhadap kebutuhan peserta secara live.

Namun, tidak semua fasilitator dan organisasi mampu mengadakan training virtual yang efektif karena berbagai keterbatasan media virtual. Agar program virtual dapat efektif dan mampu mencapai sasaran pembelajaran yang diharapkan, terdapat beberapa elemen penting yang perlu diperhatikan.

Berikut adalah beberapa tips untuk meningkatkan program training virtual Anda:

Apakah sasaran pembelajaran masih relevan?   

Sasaran program virtual biasanya akan perlu dibedakan dari sasaran program training tatap muka. Durasi program virtual relatif lebih singkat daripada program tatap muka. Sehingga fasilitator perlu secara realistis mengidentifikasi agenda dan sasaran pembelajaran yang diharapkan dari setiap sesi program virtualnya. Tidak jarang fasilitator perlu memecah suatu program tatap muka menjadi beberapa sesi virtual. Dengan sasaran lebih kecil agar sasaran besarannya dapat lebih efektif tercapai.

Apakah fasilitator memahami harapan para peserta?

Penting bagi fasilitator untuk memahami harapan pembelajaran dari para peserta agar dapat menyesuaikan konten atau diskusi dengan isu yang penting dan relevan bagi para peserta. Seperti halnya, program training tatap muka, fasilitator akan perlu menyesuaikan metode fasilitasi sesuai dengan peserta yang akan dihadapinya. Perlu diingat bahwa ini dapat berbeda untuk kelas yang satu dengan yang lainnya walaupun topik trainingnya sama. Fasilitator dapat mengadakan survey online atau email untuk menangkap kebutuhan dan keinginan para pesertanya.

Apakah platform virtual yang  akan digunakan?

Teknologi terus berkembang dan banyak platform baru yang dapat kita gunakan untuk mendukung efektifivitas training virtual kita. Namun, kita juga perlu memilih platform yang mudah diakses dan digunakan oleh para peserta. Tidak selalu platform yang paling canggih adalah yang paling tepat. Kita perlu mempertimbangkan interaksi yang dibutuhkan untuk program training virtual terkait. Terkadang untuk sasaran tertentu dan jumlah peserta yang relatif sedikit. Kita dapat memanfaatkan media sosial atau bahkan media call/chat seperti Whatsapp.

Apakah persiapan yang dibutuhkan dari peserta jelas?

Durasi training virtual yang cukup singkat menuntut sesi virtual yang sangat efektif. Maka dari itu, peserta sebaiknya telah mempersiapkan beberapa hal sebelum mengikuti program training virtual agar dapat lebih berpartisipasi dalam diskusi workshop. Fasilitator perlu mengkomunikasikan sebelumnya apa-apa saja yang diharapkan dari para peserta.

Apakah konten alat bantu visual masih relevan?

Mengingat keterbatasan interaksi antara fasilitator dan peserta dalam media virtual, peran alat bantu visual menjadi lebih penting untuk menarik dan mengelola minat para peserta. Untuk itu, tidak selalu konten yang digunakan untuk training tatap muka dapat langsung digunakan untuk virtual. Fasilitator akan perlu menyesuaikan kembali konten alat bantu visual agar lebih menarik dan mengisnpirasi diskusi dalam media virtual agar sasaran pembelajarannya tercapai secara efektif. 

Apakah aturan mainnya jelas dan disepakati?

Fasilitator perlu mengkomunikasikan aturan main selama workshop virtual. Hal-hal sederhana seperti tata cara berdiskusi, mengajukan pertanyaan, pengelolaan mike dan webcam dsb. Dan yang juga tidak kalah penting, kesepakatan komitmen untuk hadir penuh, partisipasi aktif selama workshop virtual, dan ekspektasi tindak lanjut paska workshop virtual.

Apakah fasilitator mampu membawakan sesi virtual?

Fasilitator akan memerlukan keterampilan membawakan training secara berbeda dalam media virtual. Seorang fasilitator yang sangat kuat dalam membawakan training tatap muka belum tentu dapat secara efektif membawakan training virtual. Keterampilan untuk mengikat perhatian dan fokus peserta secara virtual membutuhkan kemampuan agak berbeda karena keterbatasan media virtual. Ketika peserta tidak berpartisipasi dan cenderung pasif, fasilitator perlu secara kreatif menggugah diskusi dan interaksi secara virtual dengan memanfaatkan berbagai fitur dan alat yang variatif.

Management Development International memiliki berbagai program training virtual praktis dengan tim fasilitator yang berpengalaman membawakan berbagai sesi training virtual secara efektif. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait berbagai topik training virtual praktis dari TACK & TMI International dan program train the trainer terkait virtual delivery untuk para trainer internal Anda, silahkan menghubungi kami.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *