Mengapa Pengembangan Manusia Penting di saat Krisis. Dunia sedang mengalami kepanikan karena pandemik novel corona virus (COVID-19). Hampir semua organisasi di berbagai industri mengalami berbagai tantangan baru dengan berlakunya masa karantina dan himbauan untuk bekerja dari rumah. Namun, perlu disadari bahwa bekerja dari rumah bukan berarti pengembangan manusia dapat diabaikan.

Dengan pembatasan acara tatap muka dengan jumlah orang banyak, berbagai media online dan virtual dapat dimanfaatkan untuk tetap melangsungkan pelatihan karyawan di masa krisis.

Video learning dan virtual workshop dengan sesi live bersama fasilitator.


Walaupun dengan berbagai keterbatasannya, menjadi metode yang dinilai cukup efektif untuk sementara. Virtual training menggantikan pelatihan tatap muka selama adanya periode karantina dan bekerja dari rumah. Pembelajaran dapat dilakukan secara online atau virtual dengan peserta yang tersebar di beberapa lokasi di kantor maupun rumah dengan koneksi internet yang memadai. Dengan pengelolaan dan monitoring terhadap efektivitas pembelajaran virtual terkait, organisasi dapat senantiasa mencapai berbagai sasaran pengembangan manusianya secara remote dengan media virtual.

Investasi untuk Lebih Unggul

Dalam situasi krisis, kompetitor kita akan cenderung mengencangkan ikat pinggang, memperkecil bisnis, memangkas investasi, bahkan tidak jarang yang melakukan pemecatan karyawan.  Kita perlu jeli melihat peluang yang muncul dari balik krisis. Banyak yang tidak menyadari bahwa pengembangan manusia di masa krisis menjadi kunci sukses suatu organisasi, baik selama menghadapi masa krisis maupun ketika situasi berangsur membaik. Memiliki sumber daya manusia kita yang unggul akan memungkinkan organisasi kita mampu memanem berbagai peluang yang ada sekarang ini maupun ketika ketika bisnis mulai bangkit dan meningkat.

Moral dan Motivasi

Ketika tim dilanda ketakutan dan ketidakpastian dalam situasi krisis, disinilah pentingnya peran pengembangan sebagai bagian dari srategi komunikasi internal. Komitmen organisasi untuk tetap mengembangkan karyawannya di masa krisis. Menunjukkan pada karyawan pesan implisit optimisme dan kepercayaan bahwa situasi akan segera teratasi. Karyawan juga akan mengapresiasi keseriusan organisasi dalam pengembangan individual dan karis secara kontinyu. Hal ini tentunya akan meningkatkan moral dan motivasi karyawan.

Bekerja lebih Produktif di Rumah

Tidak semua karyawan memiliki disiplin dan fokus untuk bekerja dari rumah secara produktif. Lingkungan rumah memiliki lebih banyak interupsi terhadap pekerjaan. Dengan hadirnya anak-anak yang juga sedang diliburkan sekolah, karyawan menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan rumah tangga yang tidak dapat diabaikan. Dibutuhkan keterampilan khusus untuk mengelola produktivitas diri, berkoordinasi secara online, mengelola tim secara remote, memonitor kinerja anak buah secara remote, dan sebagainya. Dan sekarang ini, pengembangan manusia menjadi lebih mendesak untuk melengkapi karyawan kita dengan keterampilan praktis relevan.

Waktu untuk Refleksi

Dengan tuntutan pekerjaan yang agak menurun, karyawan kita akan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan refleksi dan melakukan assessment terhadap diri sendiri maupun anggota timnya. Maka dari itu, sekarang ini adalah saat yang tepat untuk meningkatkan berbagai pengembangan diri dan inisiaitf pengembangan anak buah melalui virtual coaching baik untuk menghadapai situasi saat ini maupun masa depan.   

Waktu untuk Berbagi Ilmu

Pembelajaran tidak hanya dari eksternal. Organisasi dapat memanfaatkan ketersediaan waktu lebih luang dari para karyawan dan pemimpin dalam organisasi untuk mengadakan sesi sharing secara virtual. Hal ini dapat memperkuat hubungan antar karyawan maupun antar karyawan dengan pimpinannya.  

Waktu untuk Inovasi

Dengan mudahnya mencari informasi melalui internet, karyawan dapat melakukan riset untuk senantiasa tetap up-to-date dengan berbagai informasi relevan dan perubahan pasar/customer. Untuk itu, berbagai organisasi memanfaatkan situasi krisis untuk mengadakan workshop virtual. Terkait brainsotrming inovatif untuk mengumpulkan ide bagaimana organisasi dapat meningkatkan value dan solusi bagi customernya.

Budaya Pembelajaran

Budaya muncul karena kebiasaan. Ketika kebiasaan dihentikan walaupun untuk sementara waktu, budaya tersebut akan sulit dimunculkan kembali. Demikian pula dengan budaya belajar dalam organisasi yang perlu senantiasa ditumbuhkembangkan. Belajar tidak berhenti ketika situasi sedang sulit dan sesi tatap muka tidak memungkinkan di saat krisis. Banyak cara untuk tetap memastikan budaya belajar dalam organisasi tetap hidup dengan metode yang lebih efisien namun efektif.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *