Plastik sudah menjadi bagian yang tidak terlepaskan dari hidup kita dari mulai belanja hingga bekerja

Apa hubungan plastik dengan managemen perubahan?

 

Plastik sudah menjadi bagian yang tidak terlepaskan dari hidup kita dari mulai belanja hingga bekerja. 

Dalam satu kegiatan meeting baru baru ini saya mengalami kejadian yang cukup unik

Seperti biasa kalau meeting dihotel, dihotel nya memberikan botol minum plastik yang akan diganti setiap kali break. Tetapi ketika meeting dibuka top management nya request ke panitia agar semua botol tersebut diambil dan diganti dengan gelas kaca dan meminta agar dispenser ditaruh di belakang untuk minum.

Bayangkan kalau 20 orang artinya paling gak 20 botol x 3 break = 60 botol dalam sehari. Itu baru satu ruangan. Kalau 4 ruangan berarti 1 hari 240 botol dan sebulan 7200 botol! Banyak yah? Itu baru 1 hotel. Ngeri deh liat jumlahnya! 

Ada beberapa hal yang menurut saya membuat ini jadi menarik:

1. Kebanyakan perubahan MASIH dimulai dari top management.

Kenapa saya tekanan di MASIH nya? Karena menurut hemat saya perubahan itu tidak harus dari top management. Dalam hal ini hanya dibutuhkan untuk orang yang care untuk memulai perubahan ini dan orang ini bisa muncul dari semua sisi managemen

2. Komunikasi adalah kunci dalam perubahan.

Pada saat break saya diskusi dengan top managemen dan Ternyata ini bukan kali pertama hal ini diterapkan sudah beberapa kali dilaksanakan tetapi kembali seperti biasa. Semua orang tau plastik itu jahat tetapi kenapa orng tetap saja memakai plastik? Saya coba tanyakan kepada peserta meeting, rata rata mereka menjawab Karena nyaman atau sudah dari dulu seperti itu. Perubahan butuh waktu dan kadang perlu komunikasi yang berkelanjutan! 

3. Tidak pakai plastik sulit!

Kapan sih kita bawa kantong plastik ketika belanja ke mini Market? Boro Boro kadang dompet saja jarang kebawa (hehehehe). Masa iya harus kantongin plastik di dompet? Berubah itu sulit, ya memang itu sudah banyak yang bilang. Tapi mengacu ke buku switch oleh chip & dan heath, kita perlu menyentuh sisi emosional manusia dalam perubahan. Mungkin bisa jadi akan lebih powerful apabila top management datang dengan sekarung penuh botol bekas yang dipakai perusahaan mereka selama sebulan terakhir. Bisa jadi ini akan membuat orang berpikir dua kali sebelum membuka botol plastik tersebut.

Yuk mari say no to plastik

 

Sumber : https://www.linkedin.com/pulse/apa-hubungan-plastik-dengan-managemen-perubahan-reynard-atmadi?articleId=6572362560669081600#comments-6572362560669081600&trk=public_profile_article_view

Reynard Atmadi

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *